Hasil Olahan Pepaya

 

Buah pepaya dapat dimakan dagingnya, baik ketika muda maupun matang. Selain banyak mengandung berbagai khasiat, pepaya juga dapat dijadikan beberapa masakan oleh para ibu rumah tangga, salah satu contohnya adalah pepaya yang masih muda dapat di tumis, di oseng, lodeh, sayur kari, manisan, asinan dan karamel. Yang paling mudah, kita dapat mengolah menjadi rujak atau jus dan lain sebagainya.

Buah pepaya juga dapat dijadikan olahan, baik mentah, mengkal, maupun matang, semuanya dapat di proses menjadi produk olahan. Namun jenis olahan ditentukan oleh kondisi buah pepaya itu sendiri.

Berbagai olahan dari buah pepaya :

  • Sukade
  • Manisan kering
  • Manisan basah
  • Sirup

Berbagai olahan dari pepaya mengkal :

  • Manisan kering
  • Manisan basah
  • Sirup
  • Koktail
  • Selai/ jelly

Berbagai olahan dari pepaya matang :

  • Manisan kering
  • Manisan basah
  • Sirup
  • Koktail
  • Pasta
  • Juice
  • Saos
  • Dodol

Getah pepaya mengandung enzim papain, semacam protease, yang dapat melunakkan daging dan mengubah konfirmasi protein lainnya. Untuk memproduksi papain, bahan baku yang perlu dipersiapkan adalah getah pepaya, sementara bahan lainnya berupa air dan sulfit. Air digunakan sebagai pengencer getah pepaya, sedangkan sulfit digunakan sebagai pelarut bahan kimia.

Untuk pengambilan getah buah pepaya, dilakukan pada buah pepaya yang sudah berumur 2,5 – 3 bulan. Buah yang sedang dalam masa penyadapan harus tetap tergantung pada batang pokoknya. Penyadapan dilakukan sampai 7 kali dengan interval penyadapan 4 hari, maka waktu yang diperlukan untuk penyadapan sekitar 28 hari.(books.google.co.id)